Misi Arsitektur

Cerita kali ini (kemarin), Saya menerabas jalur darat-sungai menuju Teluk Pakedai. Misi Arsitektur, mengunjungi salah satu pekerjaan kami di Kantor Kopdit CUKB.

Saya dan Lae Ramos mampir di sebuah warung kacil di pasar Punggur, untuk sarapan pagi. Warung ini hanya menjual nasi kuning dan bubur, diselingi beberapa gorengan titipan orang.

Saya dan Lae “Ucok” Ramos memesan nasi kuning masing² satu porsi dgn air mineral.

Ibu Pemilik Warung

Saya menguping ibu ini bertutur cerita kepada temannya yang juga penjual makanan. Sebutlah nama ibu ini bu Warsinah…

Bu Warsinah memiliki 3 orang anak, satu lulusan Polnep dan bekerja di Pertambangan di daerah Meliau. Satu anaknya sedang kuliah di Kota Baru Pontianak, dan satu lagi sedang SMK.

Anak pertama dan kedua mampu bersekolah hingga perguruan tinggi, dari hasil jualan warung dan dari beasiswa bidik misi pemerintah. Sebuah jalan dan rezeki anak, kata bu Warsinah.

Rezeki Anak

Kenapa rezeki anak? Karena kalau hanya mengandalkan hasil warungnya rasanya tidak mungkin saya mampu menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi. Demikian ujar beliau.

Anaknya yg kedua saat ini sedang kuliah. Sembari kuliah anak tersebut bekerja serabutan di tempat saudaranya. Kerja pagi hingga sore. Karena kuliahnya malam hari.

Anak Bungsu

Anak bungsu bu Warsinah bernama Ahmad, sedang SMK, menggandrungi Futsal. Suatu hari, teman²nya mengajak nonton futsal di Gor Pangsuma, karena yg bermain adalah bintang-bintang idola mereka dari luar pulau. Ahmad sangat bersemangat untuk ikut nonton. Namun, Ahmad tidak punya uang untuk beli tiket nonton sebesar 50.000.

“Tak ade duit jang e, usah am nonton tu ye”.. cerita bu Warsinah.

Ahmad pun sedih, karena kemungkinan batal melihat para idolanya beraksi dilapangan futsal.

Ahmad merayu ibunya, untuk menggantikan ibunya jualan pada hari minggu, dengan harapan ibunya bisa kasi uang utk dia nonton. Dan akhirnya ibunya memperbolehkan Ahmad jaga warung hr minggu, demi untuk tiket nonton tim idolanya.

Ibu-ibu Pejuang

Bu Warsinah adalah satu dari jutaan ibu-ibu yang turut membantu ekonomi keluarga, bekerja demi asap dapur mengepul, bekerja demi masa depan anak-anaknya, bekerja demi cinta dan masa depan keluarganya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Siap Untuk Memulai Proyek Dengan Yugata?

Pengalaman selama 10 tahun memberikan yang terbaik, Yugata hadir dengan layanan desain, interior dan kontraktor bangunan untuk seluruh wilayah Indonesia.

Gratis Konsultasi

X